Saat bekerja dengan volume tugas yang besar — pengambilan data dari marketplace, pembuatan akun, dan posting massal di media sosial — pool proxy statis dengan cepat menjadi masalah. Anda baik membayar lebih untuk IP yang tidak digunakan selama periode beban rendah, atau menghadapi pemblokiran karena kekurangan alamat pada saat puncak. Skala otomatis untuk proxy pool menyelesaikan kedua masalah ini: sistem secara otomatis menambah jumlah alamat IP sesuai dengan beban saat ini dan menguranginya saat tugas berkurang.
Dalam artikel ini, kita akan membahas cara mengatur skala otomatis untuk berbagai skenario: pengambilan data, arbitrase lalu lintas, multi-akun di media sosial, dan bekerja dengan marketplace. Kami akan menunjukkan alat konkret, algoritma distribusi beban, dan metrik untuk pemantauan.
Apa itu skala proxy pool dan mengapa itu diperlukan
Skala proxy pool adalah perubahan otomatis jumlah alamat IP aktif tergantung pada beban saat ini. Dengan kata sederhana: ketika ada banyak tugas, sistem menambah proxy, ketika sedikit — mematikan yang tidak perlu, agar tidak membayar untuk waktu tidak terpakai.
Contoh klasik: Anda mengambil data harga di Wildberries. Pada hari-hari biasa, Anda membutuhkan 50 alamat IP untuk 10.000 permintaan per jam. Namun, pada Jumat malam dan akhir pekan, marketplace memperketat batasan, mulai lebih sering memblokir permintaan berulang dari satu IP. Tanpa skala, Anda baik membeli 150 proxy "untuk berjaga-jaga" (membayar 200% lebih pada hari kerja), atau menghadapi pemblokiran pada jam puncak.
Dengan skala otomatis, sistem memantau persentase kesalahan 429 (Terlalu Banyak Permintaan) dan captcha. Begitu angka melebihi 5% — menambah 20-30 IP. Ketika beban menurun — mematikan yang tidak perlu. Hasilnya: Anda hanya membayar untuk proxy yang benar-benar digunakan dan tidak kehilangan data karena pemblokiran.
Penting: Skala sangat penting untuk proxy residensial, di mana biaya satu IP jauh lebih tinggi dibandingkan dengan proxy pusat data. Pembayaran lebih untuk alamat yang tidak digunakan dapat mencapai 50-70% dari anggaran untuk proxy.
Keuntungan utama dari skala otomatis
- Penghematan 40-60% anggaran — Anda hanya membayar untuk IP yang aktif digunakan, bukan untuk pool statis "maksimum"
- Perlindungan dari pemblokiran — sistem segera bereaksi terhadap peningkatan kesalahan dan menambah proxy sebelum pemblokiran massal terjadi
- Kecepatan kerja yang stabil — beban didistribusikan secara merata, tidak ada penurunan pada jam puncak
- Fleksibilitas untuk tugas — Anda dapat mengatur aturan skala yang berbeda untuk pengambilan data, pembuatan akun, iklan
Kapan skala otomatis diperlukan: 5 skenario
Skala proxy pool tidak selalu diperlukan. Jika Anda mengelola 5 akun Instagram atau mengambil data 100 produk per hari — pool statis dari 10-20 proxy sudah cukup. Namun, ada tugas di mana pengelolaan pool secara otomatis tidak bisa dihindari.
1. Pengambilan data dari marketplace dengan beban variabel
Situasi khas untuk memantau harga di Wildberries, Ozon, Yandex.Market. Pada jam-jam biasa (dari 3:00 hingga 10:00 pagi) marketplace dengan tenang memberikan data, batasan lembut. Pada jam puncak (dari 18:00 hingga 23:00) mulai ada batasan ketat: captcha setelah 3-5 permintaan dari satu IP, pemblokiran subnet, penundaan respons.
Contoh: Anda mengambil data 50.000 produk per hari. Di malam hari, cukup 30 IP untuk 2000 permintaan per jam dari masing-masing. Pada malam hari, volume yang sama membutuhkan 100-120 IP, karena batasan turun menjadi 500-700 permintaan per IP. Pool statis dari 120 proxy beroperasi sepanjang waktu — membayar 75% lebih pada jam malam. Skala otomatis meningkatkan pool hingga 120 IP dari 18:00 hingga 23:00, dan di waktu lainnya mempertahankan 30-40.
2. Pembuatan akun iklan Facebook Ads dan TikTok Ads
Para arbitrase secara massal membuat dan memanaskan akun di panel iklan. Tugas: dalam seminggu mengangkat 50 akun Facebook dari nol hingga peluncuran kampanye pertama. Setiap akun memerlukan IP terpisah (jika tidak, chain-ban menghubungkan semua profil).
Namun, akun dibuat tidak merata: dalam 2 hari pertama, 50 profil aktif (membutuhkan 50 proxy), pada hari ke-3-4, beberapa akun masuk ke "istirahat" (cukup 20-30 IP untuk yang aktif), pada hari ke-5-7, kembali ke puncak aktivitas sebelum peluncuran kampanye (lagi-lagi 50 IP). Dengan skala, sistem hanya menghubungkan proxy untuk akun yang aktif, menghemat hingga 50% dalam seminggu.
3. Posting massal di Instagram dan TikTok melalui panel SMM
Agensi SMM mengelola 50-200 akun klien. Posting dilakukan sesuai jadwal: pagi (9:00-11:00) dipublikasikan stories, siang (14:00-16:00) — posting di feed, malam (19:00-21:00) — reels dan komentar. Di waktu lainnya, akun tidak aktif.
Setiap akun memerlukan proxy mobile terpisah (Instagram keras memblokir perubahan IP). Pool statis dari 200 proxy mobile berharga 4000-6000$ per bulan. Dengan skala, Anda dapat mempertahankan pool dasar dari 50 IP untuk akun yang selalu aktif, dan pada jam posting massal, membeli lagi 100-150 untuk 2-3 jam. Penghematan: hingga 2000$ per bulan.
4. Automatisasi tindakan di media sosial (likes, follow, komentar)
Promosi melalui mass following, mass liking di Instagram, VK, TikTok. Tugas: 100 akun melakukan 200-300 tindakan per hari (follow, likes). Media sosial memantau aktivitas berdasarkan waktu: jika semua 100 akun mulai menyukai secara bersamaan — itu adalah sinyal merah untuk anti-fraud.
Strategi yang benar: mendistribusikan aktivitas selama 12-16 jam, pada setiap saat 20-30 akun aktif. Skala menghubungkan proxy hanya untuk profil yang aktif. Alih-alih 100 IP tetap, cukup dengan pool dari 30-40, yang diputar di antara akun.
5. Pengujian kreatif iklan dari berbagai geo
Para arbitrase dan pemasar menguji bagaimana iklan terlihat di Facebook Ads, Google Ads, Yandex.Direct dari berbagai negara dan kota. Tugas: memeriksa 50 kombinasi (10 kreatif × 5 geo) dalam 2 jam sebelum peluncuran kampanye.
Diperlukan proxy dari lokasi tertentu: AS (5 negara bagian), Jerman (3 kota), Polandia, Kazakhstan, Ukraina. Mempertahankan 50 IP dari berbagai geo secara konstan tidak menguntungkan — mereka hanya diperlukan 2-3 kali seminggu selama beberapa jam. Dengan skala, Anda dapat menyewa proxy selama satu jam, menguji kreatif, dan mematikannya. Penghematan: alih-alih 1500$ per bulan untuk pool tetap — 200-300$ untuk sesi sekali pakai.
Jenis skala: vertikal vs horizontal
Ada dua pendekatan untuk skala proxy pool. Pilihan tergantung pada jenis tugas, anggaran, dan persyaratan kecepatan.
Skala vertikal (meningkatkan batas pada IP)
Anda tidak menambah alamat IP baru, tetapi meningkatkan jumlah permintaan melalui proxy yang ada. Misalnya, alih-alih 1000 permintaan per jam dari satu IP, Anda melakukan 2000, menggunakan rotasi sesi yang lebih agresif atau mengganti user-agent.
Kapan cocok: pengambilan data dari situs dengan batasan lembut (portal berita, forum, API terbuka), di mana pemblokiran jarang terjadi. Anda menghemat pada jumlah proxy, tetapi berisiko mendapatkan ban karena melebihi beban yang wajar.
Kelebihan: tidak perlu membeli IP tambahan, lebih mudah mengelola pool, biaya proxy lebih rendah.
Kekurangan: risiko tinggi pemblokiran di platform dengan anti-fraud (media sosial, marketplace, panel iklan). Tidak cocok untuk tugas di mana setiap akun memerlukan IP unik.
Skala horizontal (menambah IP baru)
Anda meningkatkan jumlah proxy dalam pool: dari 50 IP — menjadi 100. Beban didistribusikan secara merata, setiap alamat bekerja dalam batas aman.
Kapan cocok: multi-akun di media sosial (setiap akun — IP sendiri), pembuatan akun iklan, pengambilan data dari marketplace dengan batasan ketat, bekerja dengan browser anti-detect (Dolphin Anty, AdsPower, Multilogin).
Kelebihan: risiko pemblokiran minimal, pekerjaan stabil, cocok untuk tugas jangka panjang (mengelola akun selama berbulan-bulan).
Kekurangan: biaya proxy lebih tinggi, lebih sulit untuk mengatur pengelolaan pool secara otomatis.
| Kriteria | Skala Vertikal | Skala Horizontal |
|---|---|---|
| Jumlah IP | Tidak berubah | Meningkat sesuai beban |
| Beban pada IP | Meningkat (risiko ban) | Tetap dalam batas aman |
| Biaya | Rendah (pool tetap) | Bervariasi (bayar untuk IP aktif) |
| Cocok untuk | Pengambilan data dari situs tanpa anti-fraud ketat | Media sosial, marketplace, multi-akun |
| Risiko pemblokiran | Tinggi jika melebihi batas | Rendah (beban terdistribusi) |
Untuk sebagian besar tugas yang terkait dengan media sosial, panel iklan, dan marketplace, skala horizontal adalah yang paling optimal. Skala vertikal hanya masuk akal untuk pengambilan data dari sumber terbuka dengan batasan minimal.
Metrik untuk skala: apa yang harus dipantau
Agar sistem secara otomatis mengambil keputusan tentang penambahan atau pemutusan proxy, perlu mengatur pemantauan metrik kunci. Mari kita bahas metrik mana yang kritis untuk berbagai tugas.
1. Persentase kesalahan (Error Rate)
Metrik yang paling penting. Pantau rasio permintaan yang berhasil terhadap total jumlah permintaan. Kode kesalahan kritis: 429 (Terlalu Banyak Permintaan), 403 (Dilarang), 503 (Layanan Tidak Tersedia), serta timeout dan captcha.
Nilai normal: untuk pengambilan data — hingga 2-3% kesalahan, untuk bekerja dengan akun di media sosial — hingga 1%. Jika angka melebihi ambang batas, sistem harus menambah 20-30% proxy ke pool saat ini.
Contoh: Anda mengambil data Wildberries, dalam pool ada 50 IP. Anda melakukan 5000 permintaan per jam, dari jumlah tersebut 200 mengembalikan kesalahan 429 (4% Error Rate). Trigger skala: tambahkan 15 proxy untuk mengurangi beban pada setiap IP dari 100 menjadi 77 permintaan per jam.
2. Waktu respons (Response Time)
Ketika server kelebihan beban dengan permintaan dari IP Anda, ia mulai merespons lebih lambat atau menempatkan permintaan dalam antrean. Jika waktu respons rata-rata meningkat 30-50% dari dasar — ini adalah sinyal untuk skala.
Contoh: biasanya Ozon merespons dalam 300-500 ms. Pada jam puncak, waktu respons meningkat menjadi 1200-1500 ms. Ini berarti marketplace membatasi permintaan Anda. Solusi: tambahkan proxy untuk mengurangi frekuensi permintaan dari setiap IP.
3. Jumlah captcha (CAPTCHA Rate)
Kritis untuk pengambilan data dari marketplace, mesin pencari, media sosial. Jika lebih dari 5% permintaan mengembalikan captcha — pool terlalu berat.
Contoh: Anda mengambil data Google Shopping, dari 1000 permintaan 80 mengembalikan reCAPTCHA (8%). Sistem secara otomatis menambahkan 20 IP untuk mengurangi CAPTCHA Rate menjadi 2-3%.
4. Pemanfaatan proxy (Proxy Utilization)
Menunjukkan persentase proxy yang digunakan secara aktif. Jika pemanfaatan di bawah 40% — Anda membayar lebih untuk IP yang tidak perlu. Jika di atas 85% — pool bekerja di batas, risiko tinggi pemblokiran.
Utilisasi optimal: 60-75%. Ini adalah keseimbangan antara penghematan dan stabilitas.
Contoh: dalam pool ada 100 proxy, 35 di antaranya aktif (utilisasi 35%). Sistem memutuskan 30 IP yang tidak digunakan, menyisakan 70. Penghematan: 30% anggaran untuk proxy.
5. Jumlah tugas aktif (Task Queue Length)
Jika jumlah tugas dalam antrean lebih banyak daripada yang dapat diproses oleh pool saat ini — perlu skala. Pantau panjang antrean dan waktu tunggu rata-rata.
Contoh: Anda mengambil data 10.000 produk. Dalam antrean ada 3000 tugas, pool saat ini dari 40 IP memproses 500 tugas per jam. Waktu untuk menyelesaikan semua tugas: 6 jam. Jika Anda menambahkan 20 IP, waktu akan berkurang menjadi 4 jam.
Ambang batas yang disarankan untuk skala otomatis:
- Error Rate > 3% → tambahkan 20-30% proxy
- Response Time meningkat 40% → tambahkan 15-20% proxy
- CAPTCHA Rate > 5% → tambahkan 25-30% proxy
- Proxy Utilization > 85% → tambahkan 20% proxy
- Proxy Utilization < 40% → matikan 20-30% proxy
- Task Queue Length > 2x kinerja saat ini → tambahkan 30-40% proxy
Algoritma skala otomatis
Ada beberapa pendekatan untuk pengelolaan otomatis ukuran proxy pool. Pemilihan algoritma tergantung pada prediktabilitas beban dan persyaratan kecepatan respons.
1. Skala reaktif (Reactive Scaling)
Sistem bereaksi terhadap metrik saat ini: jika Error Rate melebihi ambang batas — menambah proxy, jika pemanfaatan turun — memutuskan yang tidak perlu. Ini adalah pendekatan yang paling sederhana dan populer.
Algoritma: setiap 5-10 menit sistem memeriksa metrik. Jika salah satu indikator keluar dari norma — keputusan tentang skala diambil.
Kelebihan: kemudahan pengaturan, tidak memerlukan data historis, bekerja langsung.
Kekurangan: bereaksi dengan penundaan (5-10 menit), tidak memprediksi beban puncak sebelumnya. Jika beban tiba-tiba meningkat — Anda akan mendapatkan pemblokiran, sementara sistem menambah proxy.
Kapan digunakan: pengambilan data dengan beban yang relatif stabil, ketika puncak dapat diprediksi berdasarkan waktu (misalnya, pengambilan data harian pada jam yang sama).
2. Skala proaktif (Proactive Scaling)
Sistem menganalisis data historis dan memprediksi kapan beban akan meningkat. Proxy ditambahkan sebelumnya, sebelum masalah muncul.
Algoritma: berdasarkan data selama 7-30 hari terakhir, sistem membangun grafik beban berdasarkan jam dan hari dalam seminggu. Misalnya, setiap Jumat dari 18:00 hingga 23:00, Error Rate meningkat dari 2% menjadi 8%. Sistem secara otomatis menambahkan proxy pada hari Jumat pukul 17:45 untuk mencegah peningkatan kesalahan.
Kelebihan: tidak ada penundaan respons, pemblokiran dicegah sebelum muncul, pemanfaatan proxy optimal.
Kekurangan: memerlukan pengumpulan statistik (minimal 2-4 minggu), tidak dapat menangani lonjakan beban yang tidak terduga.
Kapan digunakan: tugas dengan pola beban yang berulang (pengambilan data dari marketplace, pemantauan harga, posting reguler di media sosial).
3. Skala hibrida (Hybrid Scaling)
Kombinasi pendekatan reaktif dan proaktif. Sistem menggunakan data historis untuk perencanaan, tetapi juga segera bereaksi terhadap anomali.
Algoritma: skala utama dilakukan berdasarkan prediksi (berdasarkan statistik). Namun, jika metrik tiba-tiba keluar dari norma — sistem secara darurat menambah proxy, tanpa menunggu waktu yang dijadwalkan.
Contoh: biasanya pada hari Senin dari 10:00 hingga 12:00, beban stabil, sistem mempertahankan 50 IP. Namun, pada hari Senin ini, Wildberries memperbarui anti-fraud, Error Rate meningkat menjadi 12%. Algoritma hibrida segera menambahkan 30 proxy, meskipun menurut rencana tidak diperlukan skala.
Kelebihan: stabilitas maksimal, perlindungan dari situasi yang tidak terduga, penghematan optimal.
Kekurangan: lebih sulit untuk diatur, memerlukan lebih banyak sumber daya komputasi untuk analisis data.
Kapan digunakan: tugas kritis di mana pemblokiran tidak dapat diterima (pembuatan akun iklan yang mahal, mengelola klien VIP di agensi SMM).
4. Skala berdasarkan jadwal (Scheduled Scaling)
Opsi yang paling sederhana: Anda secara manual menetapkan aturan kapan menambah atau memutuskan proxy. Misalnya: dari Senin hingga Jumat dari 9:00 hingga 18:00 mempertahankan 100 IP, di waktu lainnya — 30 IP.
Kelebihan: kesederhanaan maksimal, tidak memerlukan pemantauan metrik, cocok untuk tugas dengan jadwal yang jelas.
Kekurangan: kurang fleksibel, membayar lebih pada periode beban rendah, risiko pemblokiran saat lonjakan tiba-tiba.
Kapan digunakan: pengujian kreatif iklan (proxy hanya diperlukan saat peluncuran kampanye), tugas pengambilan data sekali pakai.
Alat untuk implementasi: solusi siap pakai dan API
Untuk skala otomatis proxy pool, Anda dapat menggunakan baik platform siap pakai maupun skrip sendiri melalui API penyedia. Mari kita bahas kedua opsi.
Platform siap pakai dengan skala otomatis
Beberapa layanan menawarkan alat bawaan untuk mengelola pool proxy:
1. Bright Data (Luminati) — memiliki fungsi Auto-Scaling dalam tarif Enterprise. Sistem secara otomatis meningkatkan pool saat beban meningkat, tetapi biayanya tinggi (mulai dari 500$ per bulan untuk paket dasar).
2. Smartproxy — menawarkan API untuk mengelola jumlah IP secara real-time. Anda dapat mengatur skrip yang melalui API menambah atau menghapus proxy berdasarkan metrik.
3. Oxylabs — memiliki Dashboard dengan pemantauan metrik (Error Rate, Response Time). Skala dilakukan secara manual, tetapi dapat diintegrasikan melalui API untuk otomatisasi.
Kekurangan dari platform siap pakai — biaya tinggi dan ketergantungan pada satu penyedia. Jika harga naik atau kualitas menurun, beralih ke penyedia lain memerlukan perombakan seluruh infrastruktur.
Implementasi sendiri melalui API penyedia
Opsi yang lebih fleksibel — menulis skrip yang memantau metrik sistem Anda dan melalui API penyedia mengelola jumlah proxy. Sebagian besar penyedia menawarkan API untuk:
- Mendapatkan daftar proxy aktif
- Menambah IP baru ke pool
- Memutuskan proxy yang tidak digunakan
- Mengganti geolokasi atau jenis proxy
Contoh logika skrip untuk skala reaktif:
1. Setiap 5 menit periksa metrik (Error Rate, CAPTCHA Rate, Response Time)
2. Jika Error Rate > 3%:
- Hitung berapa banyak proxy yang perlu ditambahkan (20-30% dari pool saat ini)
- Kirim permintaan ke API penyedia: tambahkan N proxy
- Perbarui konfigurasi parser dengan daftar IP baru
3. Jika Proxy Utilization < 40%:
- Tentukan proxy yang tidak digunakan (tidak ada permintaan dalam 30 menit terakhir)
- Kirim permintaan ke API: matikan IP ini
- Perbarui konfigurasi parser
4. Catat semua tindakan untuk analisis efektivitas
Untuk pemantauan metrik, Anda dapat menggunakan:
- Prometheus + Grafana — alat gratis untuk mengumpulkan dan memvisualisasikan metrik. Atur dashboard dengan grafik Error Rate, Response Time, Proxy Utilization.
- Datadog — platform untuk pemantauan (mulai dari 15$ per bulan). Ada integrasi siap pakai dengan parser populer.
- Skrip Kustom — opsi paling sederhana: skrip dalam Python atau Node.js yang setiap 5 menit meminta metrik dari log parser dan mengambil keputusan tentang skala.
Integrasi dengan browser anti-detect
Jika Anda bekerja dengan multi-akun melalui Dolphin Anty, AdsPower, Multilogin, atau GoLogin, skala proxy dapat diotomatisasi melalui API browser ini:
Dolphin Anty API — memungkinkan Anda membuat profil baru dengan proxy unik, memperbarui IP untuk profil yang ada, dan secara massal mengganti proxy untuk grup akun.
Contoh skenario: Anda membuat 50 akun Facebook. Skrip memantau berapa banyak akun yang aktif saat ini. Jika ada 30 yang aktif — mempertahankan 30 proxy. Jika aktivitas meningkat menjadi 45 — melalui API Dolphin menambahkan 15 profil baru dengan IP baru.
Panduan langkah demi langkah untuk pengaturan skala untuk berbagai tugas
Mari kita lihat skenario konkret untuk pengaturan skala otomatis untuk tugas-tugas populer.
Skenario 1: Pengambilan data dari marketplace (Wildberries, Ozon)
Tugas: mengambil data 50.000 produk setiap hari, memperbarui harga setiap 6 jam. Beban tidak merata: di malam hari marketplace memberikan data dengan mudah, di malam hari mulai ada pemblokiran.
Langkah 1: Tentukan pool dasar. Jalankan pengambilan data di malam hari (3:00-6:00) dengan jumlah proxy minimum. Pantau berapa banyak IP yang diperlukan untuk Error Rate < 2%. Misalnya, untuk 50.000 produk cukup 30 proxy residensial.
Langkah 2: Kumpulkan statistik selama seminggu. Catat Error Rate dan CAPTCHA Rate berdasarkan jam. Anda akan melihat bahwa dari 18:00 hingga 23:00, kesalahan meningkat menjadi 8-12%, dan captcha muncul dalam 10% permintaan.
Langkah 3: Atur skala proaktif. Buat aturan: setiap hari pada 17:45 tambahkan 60 proxy (total 90 IP), pada 23:15 matikan 60 (kembali ke 30 IP).
Langkah 4: Tambahkan trigger reaktif untuk kasus anomali. Jika kapan saja Error Rate melebihi 5% — segera tambahkan 20 proxy.
Hasil: alih-alih pool tetap dari 90 IP (biaya 180-270$ per bulan), Anda membayar untuk 30 IP sepanjang waktu + 60 IP selama 6 jam per hari. Penghematan: 40-50% anggaran.
Skenario 2: Pembuatan akun Facebook Ads
Tugas: membuat dan memanaskan 100 akun iklan dalam sebulan. Setiap akun memerlukan IP unik, aktivitas tidak terdistribusi secara merata.
Langkah 1: Bagi akun menjadi kelompok berdasarkan tahap pembuatan: baru (1-3 hari), pemanasan (4-10 hari), siap diluncurkan (11-30 hari). Yang baru memerlukan aktivitas harian, yang siap — 2-3 kali seminggu.
Langkah 2: Atur skala berdasarkan aktivitas. Pada minggu pertama, semua 100 akun aktif — membutuhkan 100 proxy. Pada minggu kedua, 40 akun beralih ke mode "siap" (hanya memerlukan proxy 3 hari dalam seminggu) — pool dapat diperkecil menjadi 70 IP pada hari kerja, 100 IP pada hari aktivitas akun siap.
Langkah 3: Gunakan API Dolphin Anty untuk otomatisasi penggantian proxy. Skrip memantau jadwal aktivitas setiap akun. Jika akun tidak aktif hari ini — proxy-nya dimatikan dan digunakan untuk profil lain.
Hasil: alih-alih 100 proxy tetap, Anda mempertahankan pool dari 60-70 IP, yang diputar di antara akun. Penghematan: 30-40% anggaran tanpa risiko chain-ban.
Skenario 3: Posting massal di Instagram
Tugas: Agensi SMM mengelola 150 akun klien. Posting dilakukan sesuai jadwal: 9:00-11:00 (stories), 14:00-16:00 (posting), 19:00-21:00 (reels).
Langkah 1: Tentukan jam puncak. Pada saat posting massal, semua 150 akun aktif, di waktu lainnya — 20-30 (menjawab komentar, melihat feed).
Langkah 2: Atur skala berdasarkan jadwal. Dari 8:45 hingga 11:15 tingkatkan pool hingga 150 IP, dari 11:15 hingga 13:45 kurangi menjadi 30 IP, dari 13:45 hingga 16:15 kembali menjadi 150 IP, dan seterusnya.
Langkah 3: Gunakan proxy mobile untuk akun kritis (klien VIP, profil terverifikasi) — mereka memerlukan IP tetap. Untuk yang lainnya, Anda dapat menggunakan proxy residensial dengan rotasi berdasarkan jadwal.
Hasil: pool dasar dari 30 proxy mobile untuk akun VIP (600$ per bulan) + 120 proxy residensial yang bekerja 9 jam per hari (penghematan 60% dibandingkan dengan sewa sepanjang waktu). Total penghematan: 1500-2000$ per bulan.
Optimasi biaya: cara tidak membayar lebih untuk proxy
Skala otomatis bukan hanya perlindungan dari pemblokiran, tetapi juga alat untuk penghematan. Mari kita bahas taktik konkret untuk mengurangi biaya.
1. Kombinasikan jenis proxy sesuai tugas
Tidak semua tugas memerlukan proxy residensial atau mobile yang mahal. Gunakan pendekatan hibrida:
- Proxy residensial — untuk tugas kritis: pembuatan akun, bekerja dengan panel iklan, posting di media sosial.
- Proxy mobile — hanya untuk akun VIP dan platform dengan anti-fraud ketat (Instagram, TikTok untuk profil terverifikasi).
- Proxy pusat data — untuk pengambilan data dari sumber terbuka, pemantauan harga di situs tanpa anti-fraud agresif.
Contoh: Anda mengambil data dari Avito. Untuk mengumpulkan iklan, gunakan proxy pusat data (5-10 kali lebih murah daripada proxy residensial). Untuk memposting iklan, beralihlah ke proxy residensial — Avito lebih ketat memeriksa IP saat publikasi.
2. Atur pemutusan agresif untuk proxy yang tidak digunakan
Banyak orang menyimpan "cadangan" proxy untuk beban puncak, tetapi lupa mematikannya setelah beban menurun. Atur pemutusan otomatis untuk IP yang tidak digunakan dalam 30-60 menit terakhir.
Contoh: dalam pool ada 100 proxy, 60 di antaranya aktif. Setelah 30 menit tidak aktif, sistem secara otomatis memutuskan 20 IP yang paling tidak digunakan. Penghematan: 20% anggaran setiap hari.
3. Gunakan sewa per jam untuk tugas sekali pakai
Beberapa penyedia menawarkan pembayaran berdasarkan penggunaan aktual (pay-as-you-go) atau sewa per jam. Ini menguntungkan untuk:
- Pengujian kreatif iklan (proxy diperlukan selama 1-2 jam)
- Pengambilan data besar sekali pakai
- Pemeriksaan aksesibilitas situs dari berbagai geo
Alih-alih berlangganan bulanan untuk 50 IP (150-300$), Anda menyewanya selama 3 jam (5-15$).
4. Pantau pemanfaatan dan sesuaikan pool dasar
Setiap minggu analisis statistik pemanfaatan proxy. Jika pemanfaatan rata-rata stabil di bawah 50% — kurangi pool dasar sebesar 20-30%.
Contoh: Anda mempertahankan pool dasar dari 80 IP, dengan pemanfaatan rata-rata 35%. Kurangi pool dasar menjadi 50 IP, atur skala hingga 80-100 pada jam puncak. Penghematan: 30-40$ per bulan.
Kesalahan umum saat skala dan cara menghindarinya
Bahkan skala yang diatur dengan benar dapat bekerja tidak efisien karena kesalahan yang umum terjadi. Mari kita bahas masalah yang paling sering terjadi.