Whitelist IP adalah mekanisme perlindungan server proxy yang hanya mengizinkan koneksi dari alamat IP yang telah ditentukan sebelumnya. Jika Anda bekerja dengan browser anti-deteksi (Dolphin Anty, AdsPower, Multilogin), menjalankan iklan di Facebook Ads, atau melakukan parsing di marketplace, pengaturan whitelist sangat penting untuk keamanan proxy Anda dan mencegah akses tidak sah.
Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu whitelist IP, mengapa itu diperlukan untuk tugas bisnis, bagaimana cara mengatur whitelist dengan benar untuk berbagai skenario penggunaan, dan kesalahan apa yang dapat menyebabkan kebocoran lalu lintas atau pemblokiran akun.
Apa itu whitelist IP dan bagaimana cara kerjanya
Whitelist IP (daftar putih) adalah daftar alamat IP yang diizinkan untuk terhubung ke server proxy Anda. Ketika Anda mengaktifkan whitelist, penyedia proxy memeriksa setiap koneksi masuk: jika alamat IP klien ada dalam daftar putih — akses diizinkan, jika tidak — permintaan ditolak.
Prinsip kerja whitelist sederhana: Anda menentukan alamat IP Anda saat ini (atau beberapa IP) di panel kontrol penyedia proxy, dan hanya dari alamat tersebut Anda dapat menggunakan proxy yang dibeli. Ini seperti daftar tamu di pesta tertutup — jika nama Anda tidak ada dalam daftar, keamanan tidak akan membiarkan Anda masuk.
Cara mengetahui alamat IP Anda: Buka situs whatismyip.com atau 2ip.ru — di bagian atas halaman Anda akan melihat alamat IP Anda saat ini. Itulah yang perlu ditambahkan ke whitelist.
Whitelist bekerja di tingkat server proxy dan memeriksa alamat IP SEBELUM permintaan mencapai situs target. Ini berarti bahwa bahkan jika seseorang mengetahui parameter proxy Anda (IP, port), tanpa menambahkan IP mereka ke whitelist, mereka tidak akan dapat menggunakannya. Untuk tugas bisnis, ini sangat penting — bayangkan jika seseorang mendapatkan akses ke proxy Anda dan mulai menjalankan spam melalui IP Anda, yang akan mengakibatkan pemblokiran semua akun Anda.
Mengapa whitelist diperlukan untuk para arbitrase, SMM, dan e-commerce
Untuk berbagai tugas bisnis, whitelist IP menyelesaikan masalah keamanan yang spesifik. Mari kita lihat skenario konkret ketika pengaturan daftar putih menjadi langkah yang wajib, bukan sekadar rekomendasi.
Para arbitrase dan bekerja dengan kabinet iklan
Jika Anda menjalankan iklan di Facebook Ads, TikTok Ads, atau Google Ads melalui proxy residensial, kebocoran akses ke proxy dapat menyebabkan bencana. Bayangkan skenario: seseorang mendapatkan parameter proxy Anda dan mulai mengumpulkan akun atau mengalirkan lalu lintas melalui alamat IP yang sama. Facebook melihat aktivitas mencurigakan dari satu IP dan memblokir semua akun, termasuk kabinet iklan Anda yang sah dengan anggaran.
Whitelist IP melindungi dari hal ini: bahkan jika parameter proxy jatuh ke tangan yang salah (misalnya, melalui peretasan komputer atau kebocoran dari browser anti-deteksi), penyerang tidak akan dapat menggunakan proxy tanpa akses ke alamat IP fisik Anda. Ini sangat penting saat bekerja dengan proxy mahal — mobile atau residensial premium, di mana biayanya bisa mencapai $100-300 per bulan.
Spesialis SMM dan multi-akun
Saat mengelola 20-50 akun Instagram atau TikTok untuk klien, Anda menggunakan browser anti-deteksi (Dolphin Anty, AdsPower, Octo Browser) dengan proxy individual untuk setiap profil. Jika seseorang mendapatkan akses ke proxy Anda, mereka dapat "bergabung" pada alamat IP yang sama dan menciptakan konflik sidik jari — Instagram akan melihat dua perangkat berbeda dari satu IP dan memblokir kedua akun.
Whitelist menjamin bahwa setiap proxy hanya digunakan dari komputer Anda atau IP kantor. Ini sangat penting untuk agensi, di mana beberapa karyawan bekerja dengan akun klien — Anda dapat menambahkan alamat IP semua tempat kerja ke whitelist dan yakin bahwa tidak ada orang luar yang akan mendapatkan akses ke proxy.
E-commerce dan parsing marketplace
Saat melakukan parsing harga pesaing di Wildberries, Ozon, atau Yandex.Market, Anda menggunakan proxy data center untuk menghindari batasan permintaan. Jika seseorang mendapatkan akses ke proxy Anda dan mulai melakukan parsing data secara massal, marketplace dapat memblokir alamat IP proxy karena melebihi batas permintaan. Akibatnya, Anda akan kehilangan akses ke parsing, dan alat pemantauan harga Anda akan berhenti berfungsi.
Whitelist mencegah situasi di mana beberapa pengguna "berbagi" satu proxy dan menciptakan beban berlebih. Anda membayar untuk saluran yang didedikasikan, dan hanya Anda yang harus menggunakannya — whitelist secara teknis memastikan eksklusivitas ini.
Whitelist IP vs login/password: mana yang lebih aman
Sebagian besar penyedia proxy menawarkan dua metode otorisasi: whitelist IP atau otentikasi dengan login dan password (username:password). Mari kita bahas kelebihan dan kekurangan masing-masing metode untuk tugas bisnis.
| Kriteria | Whitelist IP | Login/Password |
|---|---|---|
| Keamanan | Tinggi — akses hanya dari IP tertentu | Sedang — password bisa bocor |
| Kecepatan koneksi | Lebih cepat 10-15% (tidak ada pemeriksaan password) | Lebih lambat karena pemeriksaan kredensial |
| Kemudahan pengaturan | Memerlukan pengetahuan tentang IP Anda | Mudah — cukup salin login:password |
| Bekerja dengan IP dinamis | Masalah — perlu memperbarui whitelist | Tanpa masalah — bekerja dari IP mana pun |
| Risiko kebocoran | Minimal — memerlukan akses fisik ke jaringan | Tinggi — password bisa masuk ke log |
| Kompatibilitas dengan browser | 100% — bekerja di mana saja | 99% — jarang ada masalah dengan format |
Rekomendasi untuk berbagai skenario:
- Gunakan whitelist IP jika: Anda bekerja dari kantor atau rumah dengan IP statis, menjalankan iklan di Facebook Ads, atau mengelola akun klien di mana keamanan sangat penting
- Gunakan login/password jika: Anda bekerja dari lokasi yang berbeda (coworking, kafe), Anda memiliki IP dinamis dari penyedia, perlu beralih cepat antara perangkat
- Kombinasikan kedua metode jika: Anda bekerja dalam tim — whitelist untuk IP kantor, login/password untuk karyawan jarak jauh
Untuk para arbitrase dan agensi SMM yang bekerja dengan akun mahal, whitelist IP adalah langkah keamanan yang wajib. Meskipun pengaturannya memerlukan lebih banyak waktu, perlindungan dari akses tidak sah terbayar dengan menjaga akun dan anggaran iklan.
Cara mengatur whitelist IP: panduan langkah demi langkah
Pengaturan whitelist IP memakan waktu 3-5 menit dan dilakukan di akun pribadi penyedia proxy. Mari kita lihat instruksi universal yang bekerja untuk sebagian besar layanan, termasuk solusi populer untuk bisnis.
Langkah 1: Ketahui alamat IP Anda saat ini
Sebelum menambahkan IP ke whitelist, Anda perlu mengetahui alamat Anda saat ini. Ada beberapa cara:
-
Melalui layanan online: Buka
whatismyip.com,2ip.ruataumyip.com— alamat IP Anda akan ditampilkan di bagian atas halaman. Salin sepenuhnya (misalnya: 185.123.45.67) - Di panel penyedia proxy: Banyak penyedia secara otomatis menentukan IP Anda saat masuk ke akun dan menunjukkan tombol "Tambahkan IP saat ini ke whitelist" — ini adalah cara paling sederhana
-
Melalui command prompt: Di Windows, buka cmd dan masukkan
curl ifconfig.me— IP eksternal Anda akan ditampilkan di konsol
Penting: Jangan bingungkan IP eksternal (yang terlihat oleh internet) dengan IP lokal di jaringan Anda (192.168.x.x atau 10.0.x.x). Untuk whitelist, yang dibutuhkan adalah IP eksternal — yang ditunjukkan oleh whatismyip.com.
Langkah 2: Masuk ke panel kontrol proxy
Buka akun pribadi penyedia proxy Anda. Biasanya, bagian pengaturan whitelist berada di salah satu tempat berikut:
- Bagian "Pengaturan Proxy" atau "Proxy Settings"
- Sub-bagian "Otorisasi" atau "Authentication"
- Tab "IP Whitelist" atau "Allowed IPs"
- Halaman paket proxy tertentu (jika Anda membeli beberapa)
Langkah 3: Tambahkan alamat IP ke whitelist
Di kolom "Tambahkan alamat IP" atau "Add IP to whitelist", tempelkan alamat IP yang telah disalin. Perhatikan formatnya:
- Satu IP:
185.123.45.67 - Rentang IP:
185.123.45.0/24(jika perlu menambahkan seluruh subnet kantor) - Beberapa IP: Tambahkan satu per satu melalui tombol "Tambahkan lagi" atau pisahkan dengan koma (tergantung penyedia)
Klik tombol "Simpan" atau "Terapkan perubahan". Biasanya, whitelist diaktifkan secara instan, tetapi beberapa penyedia memperingatkan tentang penundaan 1-2 menit untuk memperbarui konfigurasi server.
Langkah 4: Periksa koneksi ke proxy
Setelah menambahkan IP ke whitelist, periksa apakah proxy berfungsi:
- Buka browser anti-deteksi (Dolphin Anty, AdsPower) atau atur proxy di browser biasa
- Masukkan parameter proxy tanpa login dan password (hanya IP:port)
-
Buka
whatismyip.com— harus ditampilkan alamat IP proxy, bukan IP asli Anda - Jika Anda melihat IP asli Anda — periksa kebenaran alamat yang dimasukkan di whitelist atau tunggu 2-3 menit
Tip: Setelah pengaturan berhasil, simpan tangkapan layar halaman whitelist dengan alamat IP yang ditambahkan. Ini akan membantu dengan cepat memulihkan akses jika ada masalah atau jika Anda perlu menjelaskan kepada rekan kerja, alamat IP mana yang diizinkan.
Pengaturan whitelist untuk browser anti-deteksi
Browser anti-deteksi (Dolphin Anty, AdsPower, Multilogin, GoLogin, Octo Browser) adalah alat utama para arbitrase dan spesialis SMM untuk multi-akunting. Whitelist IP sangat penting saat bekerja dengan browser ini, karena setiap profil menggunakan proxy terpisah, dan kebocoran akses akan menyebabkan pemblokiran berantai.
Pengaturan di Dolphin Anty
Dolphin Anty adalah browser anti-deteksi populer di kalangan para arbitrase Facebook Ads dan TikTok Ads. Untuk bekerja dengan whitelist IP, lakukan langkah-langkah berikut:
- Tambahkan IP Anda ke whitelist di penyedia proxy — ini adalah langkah pertama, tanpa ini Dolphin tidak akan dapat terhubung
- Buka Dolphin Anty → buat profil baru atau edit yang sudah ada
- Di bagian "Proxy", pilih jenis: HTTP, HTTPS, atau SOCKS5 (tergantung apa yang disediakan oleh penyedia)
-
Masukkan parameter proxy dalam format:
IP:port(misalnya: 185.123.45.67:8000) - Jangan isi kolom login/password — saat menggunakan whitelist, mereka tidak diperlukan
- Klik "Periksa proxy" — Dolphin harus menunjukkan tanda centang hijau dan geolokasi proxy
-
Simpan profil dan jalankan browser — periksa IP melalui
whoer.net
Jika Dolphin menunjukkan kesalahan "Proxy connection failed" atau "Authentication required", periksa:
- Apakah IP Anda telah ditambahkan ke whitelist dengan benar (tanpa kesalahan ketik)
- Apakah alamat IP Anda telah berubah (jika penyedia memiliki IP dinamis)
- Apakah whitelist diaktifkan di penyedia (kadang-kadang perlu beralih dari login/password ke IP)
Pengaturan di AdsPower
AdsPower bekerja mirip dengan Dolphin, tetapi memiliki pengaturan proxy yang lebih detail:
- Buka AdsPower → Manajemen Profil → Buat Profil Baru
- Di bagian "Pengaturan Proxy", pilih "Proxy Kustom"
- Jenis proxy: pilih HTTP/HTTPS atau SOCKS5
- Masukkan Host (IP proxy) dan Port di kolom terpisah
- Biarkan kolom Username dan Password kosong (tidak diperlukan saat whitelist)
- Klik "Periksa Proxy" — AdsPower akan menunjukkan negara, kota, dan penyedia proxy
AdsPower juga mendukung impor proxy dalam bentuk daftar — jika Anda memiliki 20-50 profil, Anda dapat membuat file CSV dengan parameter proxy dan mengimpor semua profil sekaligus. Saat menggunakan whitelist, format CSV: profile_name,proxy_type,proxy_host,proxy_port (tanpa kolom login/password).
Pengaturan di Multilogin dan GoLogin
Multilogin dan GoLogin adalah browser anti-deteksi yang lebih mahal dengan kemampuan yang diperluas. Pengaturan whitelist di dalamnya hampir identik:
- Saat membuat profil, pilih "Connection" → "Proxy"
- Format input:
protocol://host:port(misalnya:http://185.123.45.67:8000) - Jangan tambahkan login:password dalam URL saat menggunakan whitelist
- Periksa koneksi melalui checker bawaan
Fitur penting Multilogin: ia menyimpan pengaturan proxy di tingkat profil. Jika Anda mengubah IP di whitelist, Anda perlu membuat ulang profil atau membersihkan cache proxy di pengaturan browser, jika tidak, Multilogin akan terus menggunakan parameter lama.
Apa yang harus dilakukan jika Anda memiliki alamat IP dinamis
Alamat IP dinamis adalah IP yang berubah setiap kali terhubung kembali ke internet atau sesuai jadwal penyedia (biasanya setiap 24 jam). Ini menciptakan masalah untuk whitelist: Anda telah menambahkan IP ke daftar putih, tetapi setelah sehari ia berubah, dan proxy berhenti berfungsi.
Untuk memeriksa apakah Anda memiliki IP dinamis, Anda dapat melakukannya dengan cara berikut: ketahui IP melalui whatismyip.com, restart router, periksa IP lagi. Jika alamatnya berubah — Anda memiliki IP dinamis.
Solusi 1: Memesan IP statis dari penyedia
Sebagian besar penyedia internet menawarkan layanan "alamat IP statis" dengan biaya tambahan (biasanya 200-500 rubel per bulan di Rusia, $5-10 di negara lain). Ini adalah solusi paling andal untuk bisnis:
- Hubungi penyedia dan pesan "alamat IP statis yang didedikasikan"
- Setelah diaktifkan (biasanya 1-2 hari), IP Anda tidak akan berubah
- Tambahkan IP statis baru ke whitelist sekali — tidak perlu memperbarui lagi
Untuk para arbitrase dan agensi SMM, IP statis adalah investasi yang wajib. Biaya 300-500 rubel per bulan tidak sebanding dengan risiko kehilangan akun karena masalah akses yang terus-menerus ke proxy.
Solusi 2: Menggunakan DDNS (Dynamic DNS)
Beberapa penyedia proxy mendukung penambahan ke whitelist bukan dengan alamat IP, tetapi dengan nama domain melalui DDNS. Prinsip kerjanya:
- Daftar di layanan DDNS gratis (No-IP, DynDNS, Duck DNS)
-
Buat nama domain (misalnya:
myoffice.ddns.net) - Instal klien DDNS di komputer atau router — ia akan secara otomatis memperbarui domain saat IP berubah
- Tambahkan nama domain ke whitelist sebagai pengganti alamat IP (jika penyedia mendukung)
Kekurangan dari solusi ini: tidak semua penyedia proxy mendukung DDNS dalam whitelist. Pastikan dengan dukungan sebelum mengatur.
Solusi 3: Beralih ke otorisasi login/password
Jika IP statis tidak tersedia, dan DDNS tidak didukung, gunakan otorisasi dengan login dan password. Ya, ini kurang aman, tetapi untuk IP dinamis ini adalah satu-satunya opsi praktis:
- Matikan whitelist di panel penyedia proxy
- Aktifkan otorisasi dengan username:password
- Gunakan password yang kuat (minimal 16 karakter, generator password)
- Simpan kredensial di pengelola password (1Password, Bitwarden)
- Secara teratur ganti password (setiap 1-2 bulan)
Solusi 4: Pembaruan otomatis whitelist melalui API
Beberapa penyedia proxy menyediakan API untuk mengelola whitelist. Jika Anda memiliki keterampilan pemrograman dasar, Anda dapat mengatur pembaruan otomatis IP:
# Skrip Python untuk pembaruan otomatis whitelist
import requests
# Mendapatkan IP saat ini
current_ip = requests.get('https://api.ipify.org').text
# Memperbarui whitelist melalui API penyedia
api_url = 'https://provider.com/api/whitelist/update'
api_key = 'your_api_key'
response = requests.post(api_url, json={
'api_key': api_key,
'ip_address': current_ip
})
print(f'Whitelist diperbarui: {current_ip}')
Jalankan skrip ini melalui cron (Linux/Mac) atau Task Scheduler (Windows) setiap jam — IP dalam whitelist akan diperbarui secara otomatis saat alamat berubah.
Whitelist untuk bekerja dari beberapa perangkat dan kantor
Jika Anda bekerja dalam tim atau menggunakan beberapa perangkat (komputer kerja, laptop, PC rumah), Anda perlu menambahkan semua alamat IP yang akan Anda gunakan untuk terhubung ke proxy ke whitelist. Mari kita lihat skenario umum untuk bisnis.
Kantor dengan beberapa karyawan
Di kantor, biasanya semua komputer terhubung ke internet melalui satu router, yang berarti — semua perangkat memiliki satu alamat IP eksternal. Ini menyederhanakan pengaturan whitelist:
-
Dari komputer mana pun di kantor, buka
whatismyip.com— semuanya akan menunjukkan IP yang sama - Tambahkan IP ini ke whitelist sekali
- Semua karyawan dapat menggunakan proxy dari tempat kerja mereka
- Saat berpindah kantor atau penyedia internet — perbarui IP di whitelist
Poin penting: jika di kantor menggunakan VPN untuk mengakses internet, alamat IP akan berubah tergantung pada server VPN. Dalam hal ini, matikan VPN saat bekerja dengan proxy, atau tambahkan semua alamat IP yang mungkin dari server VPN ke whitelist.
Tim jarak jauh (kantor + komputer rumah)
Jika sebagian tim bekerja dari kantor, dan sebagian lagi dari jarak jauh, Anda perlu menambahkan beberapa alamat IP ke whitelist:
- Alamat IP kantor
- Alamat IP koneksi internet rumah setiap karyawan
- Alamat IP dari hotspot seluler (jika karyawan bekerja melalui 4G/5G)
Sebagian besar penyedia proxy mengizinkan menambahkan 5-20 alamat IP ke whitelist untuk satu akun. Periksa batasan di dokumentasi penyedia. Jika tim besar (20+ orang), pertimbangkan opsi otorisasi login/password untuk karyawan jarak jauh, dan biarkan whitelist hanya untuk IP kantor.
Bekerja dari coworking dan tempat umum
Jika Anda sering bekerja dari coworking, kafe, atau tempat lain dengan Wi-Fi publik, whitelist IP menjadi tidak nyaman:
- Setiap kali berpindah lokasi, alamat IP berubah
- Anda perlu masuk ke panel penyedia dan memperbarui whitelist
- Ini memakan waktu 2-3 menit dan tidak nyaman saat sering berpindah
Untuk skenario seperti itu, kami merekomendasikan pendekatan kombinasi:
- Beli dua jenis proxy: dengan whitelist untuk tugas kritis (akun iklan Facebook Ads) dan dengan login/password untuk yang kurang penting (parsing, pengujian)
- Gunakan proxy seluler dengan otorisasi login/password untuk bekerja dari mana saja
- Atur VPN dengan IP statis — sambungkan ke VPN dari mana saja di dunia, IP akan tetap sama
Perangkat seluler (telepon, tablet)
Saat bekerja dengan proxy dari perangkat seluler (misalnya, mengelola akun Instagram melalui aplikasi), whitelist menjadi lebih rumit:
- Internet seluler (4G/5G) memiliki IP dinamis yang terus berubah
- Saat beralih dari Wi-Fi ke jaringan seluler, IP berubah
- Memperbarui whitelist setiap kali tidak praktis
Solusi: untuk perangkat seluler, gunakan hanya otorisasi login/password. Atur proxy di pengaturan sistem iOS/Android dengan menyertakan username dan password — ini akan memungkinkan Anda bekerja dari alamat IP mana pun.
Kesalahan umum saat mengatur whitelist dan cara menghindarinya
Selama bertahun-tahun bekerja dengan proxy, pengguna sering melakukan kesalahan yang sama saat mengatur whitelist. Mari kita bahas masalah yang paling sering terjadi dan cara mengatasinya.
Kesalahan 1: Menambahkan IP lokal alih-alih eksternal
Banyak pemula bingung antara alamat IP lokal (yang diperoleh komputer dari router) dengan IP eksternal (yang terlihat oleh internet). IP lokal biasanya dimulai dengan:
192.168.x.x10.0.x.x172.16.x.x - 172.31.x.x
Jika Anda menambahkan IP seperti itu ke whitelist, proxy tidak akan berfungsi, karena penyedia melihat IP eksternal Anda, bukan lokal. Solusi: selalu gunakan IP eksternal dari situs whatismyip.com.
Kesalahan 2: Lupa memperbarui whitelist setelah mengganti IP
Jika Anda memiliki IP dinamis, itu bisa berubah setelah merestart router, mengganti penyedia, atau berpindah tempat. Gejalanya:
- Proxy berhenti berfungsi tanpa alasan yang jelas
- Browser anti-deteksi menunjukkan kesalahan "Proxy connection failed"
- Kemarin semuanya berfungsi, hari ini — tidak
Solusi: periksa IP saat ini melalui whatismyip.com, bandingkan dengan IP di whitelist. Jika berbeda — perbarui whitelist. Untuk mencegah masalah, pesan IP statis dari penyedia.
Kesalahan 3: Mengaktifkan whitelist dan login/password secara bersamaan
Beberapa penyedia proxy mengharuskan Anda memilih SATU metode otorisasi: baik whitelist IP, atau login/password. Jika kedua-duanya diaktifkan, akan terjadi konflik:
- Proxy meminta otorisasi, meskipun IP ada di whitelist
- Koneksi tidak stabil
- Di browser anti-deteksi muncul permintaan login/password
Solusi: di panel penyedia, pilih SATU metode. Jika Anda menggunakan whitelist — matikan otorisasi dengan login/password. Jika memerlukan fleksibilitas — gunakan hanya login/password dan matikan whitelist.
Kesalahan 4: Menambahkan IPv6 alih-alih IPv4
Penyedia modern dapat memberikan alamat IPv6 (alamat panjang dengan titik dua, misalnya: 2001:0db8:85a3::8a2e:0370:7334). Sebagian besar penyedia proxy hanya mendukung IPv4 (alamat pendek, misalnya: 185.123.45.67).
Jika Anda menambahkan IPv6 ke whitelist, proxy tidak akan berfungsi. Solusi: pastikan Anda menggunakan alamat IPv4. Di situs whatismyip.com biasanya ditampilkan IPv4, tetapi jika Anda melihat alamat panjang dengan titik dua — gunakan layanan khusus untuk menentukan IPv4: ipv4.icanhazip.com.
Kesalahan 5: Tidak memperhitungkan NAT dan firewall perusahaan
Di jaringan perusahaan, sering digunakan NAT (Network Address Translation) dan firewall yang dapat memblokir koneksi keluar ke proxy. Gejalanya:
- Proxy berfungsi di rumah, tetapi tidak berfungsi di kantor
- Kesalahan "Connection timeout" atau "Network unreachable"
- Departemen TI memblokir koneksi yang tidak dikenal
Solusi: hubungi administrator sistem untuk meminta izin koneksi keluar ke IP dan port proxy Anda. Berikan daftar alamat IP dan port — admin akan menambahkannya ke whitelist firewall. Alternatif: gunakan proxy di port standar (80, 443, 8080), yang biasanya tidak diblokir.
Kesalahan 6: Melebihi batas alamat IP di whitelist
Sebagian besar penyedia memiliki batasan jumlah IP di whitelist (biasanya 5-20 alamat). Jika mencoba menambahkan lebih banyak, akan muncul kesalahan atau IP lama secara otomatis dihapus.
Solusi: secara berkala bersihkan whitelist dari IP yang tidak digunakan (misalnya, alamat rumah lama setelah pindah). Jika perlu lebih banyak IP — tanyakan kepada penyedia tentang kemungkinan meningkatkan batas atau gunakan subnet (notasi CIDR) untuk menambahkan rentang alamat dengan satu entri.
Kesimpulan
Whitelist IP adalah cara yang sederhana dan efektif untuk melindungi proxy Anda dari akses tidak sah. Untuk para arbitrase yang bekerja dengan Facebook Ads dan TikTok Ads, spesialis SMM yang mengelola puluhan akun, pengaturan whitelist adalah langkah yang sangat penting untuk menjaga keamanan dan integritas akun serta anggaran iklan Anda.