Kembali ke blog

Cara Menghindari Deteksi IP Pooling Saat Multi-Akun: Perlindungan dari Chain-Ban

Deteksi IP pooling menghitung akun yang terkait melalui alamat IP yang sama. Kami membahas metode perlindungan untuk para arbiter dan spesialis SMM.

📅3 Februari 2026
```html

Deteksi IP pooling adalah teknologi yang digunakan oleh Facebook, Google, Instagram, dan platform lainnya untuk mengidentifikasi akun terkait melalui alamat IP yang sama. Jika Anda bekerja dengan beberapa akun melalui satu server proxy atau kumpulan IP, algoritma dengan mudah akan menghitung hubungan di antara mereka. Hasilnya adalah chain-ban semua akun secara bersamaan. Bagi para arbitrator, ini berarti kehilangan anggaran iklan, dan bagi spesialis SMM, akun klien berada dalam bahaya.

Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana deteksi IP pooling bekerja, mengapa proxy murah tidak melindungi dari ban, dan strategi apa yang benar-benar melindungi saat bekerja dengan 10-50+ akun di browser anti-detect seperti Dolphin Anty, AdsPower, atau Multilogin.

Apa itu Deteksi IP Pooling dan Bagaimana Cara Kerjanya

Deteksi IP pooling adalah metode analisis di mana platform melacak akun mana yang mengakses dari satu set (pool) alamat IP yang sama. Jika sistem melihat bahwa 10 akun berbeda menggunakan IP yang sama atau grup alamat IP dari subnet yang sama, mereka ditandai sebagai terkait.

Prinsip kerjanya sederhana: platform mengumpulkan statistik semua alamat IP yang digunakan oleh setiap akun. Kemudian mereka membangun grafik hubungan — jika akun A, B, dan C semua mengakses dari IP 192.168.1.100, mereka masuk ke dalam satu cluster. Bahkan jika Anda menggunakan fingerprints yang berbeda di Dolphin Anty atau AdsPower, IP yang sama menunjukkan hubungan.

Penting: Deteksi IP pooling tidak hanya bekerja saat login, tetapi juga mengumpulkan data selama minggu dan bulan. Bahkan jika Anda sekarang menggunakan IP yang berbeda, tetapi sebulan yang lalu semua akun mengakses melalui satu proxy — hubungan tersebut sudah tercatat.

Secara teknis, ini terlihat seperti ini: setiap platform memiliki basis data yang berisi "akun → daftar IP selama 90 hari terakhir". Ketika terjadi aktivitas mencurigakan pada satu akun (misalnya, pelanggaran aturan iklan di Facebook Ads), sistem memeriksa semua akun yang menggunakan IP yang sama. Jika menemukan kecocokan — memulai chain-ban.

Deteksi IP pooling bekerja dengan sangat agresif di platform dengan kebijakan multi-akun yang ketat: Facebook, Instagram, TikTok, Google Ads. Bagi mereka, mendeteksi akun terkait adalah tugas prioritas, dan mereka menginvestasikan jutaan untuk mengembangkan algoritma ini.

Bagaimana Facebook, Google, dan Instagram Mendeteksi Akun Terkait

Platform menggunakan sistem deteksi multi-level, di mana IP pooling hanyalah salah satu dari banyak faktor. Namun, ini sering menjadi faktor penentu, karena paling sulit untuk disembunyikan saat bekerja dengan puluhan akun.

Metode Utama untuk Mendeteksi Akun Terkait:

Metode Deteksi Cara Kerja Tingkat Kesulitan untuk Dilewati
IP pooling Analisis alamat IP yang sama di antara akun Tinggi
Browser fingerprint Canvas, WebGL, font, resolusi layar Sedang (dapat diatasi dengan anti-detect)
Cookies dan tracking Cookies Facebook Pixel, Google Analytics yang sama Rendah (isolasi profil)
Pola perilaku Waktu aktivitas yang sama, kecepatan klik Sedang
Data akun Nomor telepon, email, kartu yang sama Rendah (data berbeda)

Dari tabel di atas, terlihat bahwa IP pooling adalah faktor yang paling sulit untuk dilewati. Mengapa? Karena fingerprint dapat diatasi dengan browser anti-detect (Dolphin Anty membuat fingerprint unik), cookies diisolasi berdasarkan profil, tetapi IP adalah sumber eksternal yang perlu diatur dengan benar.

Facebook menggunakan deteksi IP pooling yang sangat canggih. Algoritma mereka tidak hanya menganalisis kecocokan langsung IP, tetapi juga subnet. Jika Anda menggunakan proxy dari rentang 192.168.1.1-192.168.1.255, dan pelanggar lain juga bekerja melalui rentang ini, akun Anda akan dicurigai, bahkan jika Anda memiliki IP yang berbeda.

Kasus Nyata: Seorang arbitrator membeli 20 proxy IPv4 murah dari satu penyedia. Semua IP berasal dari subnet yang sama /24. Setelah seminggu bekerja dengan Facebook Ads, semua 20 akun dibanned secara bersamaan — sistem mengidentifikasi mereka sebagai terkait berdasarkan subnet pooling.

Google Ads menerapkan pendekatan serupa, tetapi menambahkan analisis pola waktu. Jika semua akun Anda aktif pada waktu yang sama (misalnya, dari 9:00 hingga 18:00 MSK), dan semuanya menggunakan IP dari satu wilayah geografis, ini meningkatkan kecurigaan. Oleh karena itu, penting tidak hanya untuk mengisolasi IP, tetapi juga untuk memiliki variasi waktu aktivitas.

Instagram dan TikTok fokus pada IP seluler. Mereka tahu bahwa pengguna nyata mengakses dari operator seluler, sehingga IP desktop dari pusat data segera menimbulkan kecurigaan. Jika Anda mengelola 30 akun Instagram melalui proxy pusat data biasa, deteksi pooling akan bekerja lebih cepat dibandingkan dengan proxy seluler.

Mengapa Proxy Murah Tidak Melindungi dari Deteksi Pooling

Kesalahan utama pemula dalam multi-akun adalah membeli proxy shared murah dengan harapan untuk menghemat biaya. Proxy semacam ini harganya 1-3$ per IP per bulan, tetapi menciptakan kerentanan kritis untuk deteksi IP pooling.

Masalah Proxy Shared Murah:

  • Pool IP yang Sama: IP yang sama digunakan oleh ratusan klien penyedia. Jika salah satu dari mereka melanggar aturan Facebook — IP tersebut masuk daftar hitam, dan akun Anda terkena dampak.
  • Reputasi Subnet yang Buruk: Penyedia murah membeli IP dalam blok dari pusat data yang sudah dikenal oleh platform sebagai "subnet proxy". Facebook melihat bahwa IP dari rentang 45.123.x.x — ini adalah pusat data, bukan internet rumahan.
  • Kurangnya Rotasi: Anda mendapatkan IP statis yang tidak berubah. Jika Anda bekerja dengan satu akun selama berbulan-bulan melalui satu IP — itu normal, tetapi untuk multi-akun menciptakan pola yang jelas.
  • Persilangan dengan Pelanggar Lain: Proxy murah dibeli khusus untuk multi-akun, parsing, spam. Platform tahu ini dan lebih agresif memeriksa IP semacam itu untuk pooling.

Bayangkan situasi: Anda membeli 10 proxy IPv4 seharga 2$ per buah. Penyedia memberikan Anda IP dari rentang 185.220.100.1-185.220.100.10. IP ini sudah digunakan oleh 50 klien penyedia ini untuk tugas mereka. Salah satu dari mereka meluncurkan pengiriman spam melalui Facebook — IP 185.220.100.5 masuk daftar hitam. Facebook memeriksa seluruh subnet 185.220.100.x dan melihat aktivitas mencurigakan. Hasilnya — semua IP dari rentang ini mendapatkan perhatian lebih, dan akun Anda berisiko terkena ban, bahkan jika Anda tidak melanggar apa pun.

Saran: Jika Anda bekerja dengan Facebook Ads, Google Ads, atau Instagram dengan anggaran serius (dari 1000$ per bulan), menghemat biaya pada proxy adalah penghematan yang salah. Kehilangan satu akun iklan dengan riwayat akan lebih mahal daripada setahun proxy berkualitas.

Masalah lain adalah penyedia proxy murah sering tidak mengontrol siapa dan bagaimana menggunakan IP mereka. Anda bisa mendapatkan IP yang kemarin digunakan untuk parsing, dua hari yang lalu untuk spam, dan hari ini Anda mencoba mengakses Facebook Ads melalui IP tersebut. Platform melihat perubahan aktivitas yang tajam pada satu IP dan menandainya sebagai mencurigakan.

Perbandingan Jenis Proxy: Mana yang Melindungi dari IP Pooling

Tidak semua proxy sama efektifnya melawan deteksi IP pooling. Mari kita bahas tiga jenis utama dan penerapannya untuk multi-akun.

Jenis Proxy Perlindungan dari Pooling Skenario Penggunaan Risiko
Proxy Pusat Data Rendah Parsing, tugas tanpa pemeriksaan IP yang ketat Mudah terdeteksi berdasarkan ASN, subnet umum
Proxy Residensial Tinggi Facebook Ads, Google Ads, multi-akun Lebih mahal, perlu rotasi yang benar
Proxy Seluler Sangat Tinggi Instagram, TikTok, aplikasi seluler Paling mahal, IP dinamis

Proxy Pusat Data

Ini adalah alamat IP yang dimiliki oleh pusat data server (Amazon AWS, DigitalOcean, OVH, dll.). Mereka mudah dikenali berdasarkan ASN (Nomor Sistem Otonom) — setiap pusat data memiliki ASN unik yang terlihat oleh platform.

Masalah untuk deteksi IP pooling: semua klien penyedia proxy menggunakan IP dari satu atau beberapa ASN. Facebook melihat bahwa 50 akun mengakses dari IP dari ASN 12345 (misalnya, ini adalah OVH), dan memahami — ini bukan pengguna biasa, tetapi kumpulan proxy. Bahkan jika setiap akun memiliki IP yang berbeda, ASN yang sama menunjukkan hubungan.

Ketika proxy pusat data bekerja: parsing situs, otomatisasi tugas di mana tidak diperlukan simulasi pengguna nyata. Untuk multi-akun di media sosial dan akun iklan — tidak disarankan.

Proxy Residensial

Ini adalah alamat IP pengguna rumah nyata yang telah menyediakan saluran internet mereka untuk jaringan proxy (biasanya melalui aplikasi khusus). Untuk platform, IP semacam ini terlihat seperti pengguna biasa, karena mereka benar-benar dimiliki oleh penyedia internet rumah (Rostelecom, MTS, Beeline, dll.).

Perlindungan dari deteksi pooling: proxy residensial memiliki keragaman ASN yang sangat besar — setiap IP dapat berasal dari penyedia yang berbeda dari kota yang berbeda. Jika Anda menggunakan proxy residensial dengan pengaturan yang benar (kota yang berbeda, penyedia yang berbeda untuk setiap akun), platform akan sulit membangun grafik hubungan melalui IP pooling.

Poin kritis: proxy residensial harus memiliki rotasi atau sesi lengket (IP sesi yang bertahan 10-30 menit). Jika Anda terus-menerus mengganti IP dalam satu sesi akun — ini juga akan menimbulkan kecurigaan. Strategi yang benar: satu akun = satu IP residensial per sesi (atau per hari), tetapi setiap akun menggunakan IP yang berbeda dari subnet yang berbeda.

Proxy Seluler

Ini adalah alamat IP dari operator seluler (MTS, Beeline, MegaFon, Tele2). Ciri khas dari IP seluler adalah mereka dinamis dan sering berubah, plus satu IP dapat digunakan oleh ratusan pengguna nyata dari operator secara bersamaan (melalui CGNAT — Carrier-Grade NAT).

Mengapa ini adalah perlindungan terbaik dari pooling: platform tidak dapat memblokir IP seluler secara agresif, karena di bawah satu IP seluler terdapat ribuan pengguna biasa. Jika Facebook memblokir IP 93.123.45.67 (MTS Moskow), ia akan memblokir akses untuk semua pengguna nyata MTS di daerah tersebut — ini tidak dapat diterima.

Untuk Instagram dan TikTok, proxy seluler adalah standar emas, karena 90% audiens nyata dari platform ini mengakses menggunakan perangkat seluler. Jika Anda mengelola 20 akun Instagram melalui proxy seluler dari berbagai operator dan wilayah, deteksi IP pooling hampir tidak berdaya — IP Anda tidak dapat dibedakan dari jutaan pengguna biasa.

Rekomendasi untuk SMM: Jika Anda mengelola akun klien di Instagram atau TikTok, gunakan proxy seluler yang terikat pada wilayah klien tertentu. Misalnya, akun restoran Moskow — melalui MTS Moskow, akun toko St. Petersburg — melalui Beeline SPb. Ini memberikan kealamian maksimum.

Dedicated vs Shared Pool IP: Perbedaan Kritis

Bahkan jika Anda memilih proxy residensial atau seluler, pertanyaan tetap: menggunakan pool IP yang didedikasikan (dedicated pool) atau pool bersama (shared pool)? Ini sangat penting untuk perlindungan dari deteksi IP pooling.

Shared Pool IP

Saat menggunakan shared pool, Anda mendapatkan akses ke basis IP yang besar (misalnya, 10 juta IP residensial), yang digunakan oleh semua klien penyedia. Ketika Anda meminta proxy, sistem memberikan Anda IP acak dari pool ini.

Masalah: jika klien lain dari penyedia melanggar aturan Facebook melalui IP 123.45.67.89, dan seminggu kemudian IP yang sama secara kebetulan diberikan kepada Anda — akun Anda mendapatkan IP "kotor" dengan riwayat buruk. Lebih jauh lagi, jika 100 klien penyedia bekerja dengan Facebook Ads melalui shared pool, platform dapat mendeteksi pola: semua akun ini menggunakan IP dari satu pool besar, yang menunjukkan penyedia proxy.

Ketika shared pool bekerja: untuk tugas jangka pendek (parsing, pemeriksaan sekali), di mana riwayat IP tidak kritis. Untuk multi-akun jangka panjang — risikonya tinggi.

Dedicated Pool IP

Ini adalah ketika penyedia memberikan Anda seperangkat alamat IP pribadi yang tidak digunakan oleh klien lain. Misalnya, Anda mendapatkan 50 IP residensial dari berbagai kota di Rusia, dan hanya Anda yang memiliki akses ke mereka.

Keuntungan untuk perlindungan dari pooling:

  • Riwayat Bersih: IP tidak "terpapar" oleh pengguna lain, Anda mengontrol reputasinya.
  • Tidak Ada Persilangan: Platform tidak melihat bahwa IP Anda digunakan dalam pool umum dengan ribuan akun lainnya.
  • Stabilitas: Anda dapat menggunakan satu IP untuk satu akun selama berbulan-bulan, menciptakan riwayat yang alami.
  • Kontrol Geografi: Anda memilih kota dan penyedia sebelumnya, sehingga IP sesuai dengan legenda akun.

Kekurangan: dedicated pool lebih mahal. Jika proxy residensial shared harganya ~5-10$ per GB trafik, maka dedicated pool bisa berharga 50-200$ per bulan untuk 10-20 IP. Namun, untuk arbitrase serius atau pengelolaan akun klien yang mahal, ini adalah investasi yang sepadan.

Strategi untuk Arbitrator: Gunakan proxy residensial yang didedikasikan untuk akun "hangat" Facebook Ads dengan riwayat dan anggaran. Untuk pemanasan akun baru di tahap awal, Anda dapat menggunakan shared pool, tetapi begitu akun melewati moderasi dan mendapatkan konversi pertama — pindahkan ke IP yang didedikasikan.

Strategi Rotasi IP untuk Multi-Akun yang Aman

Bahkan dengan proxy residensial berkualitas, Anda dapat terjebak dalam deteksi IP pooling jika rotasi IP tidak diatur dengan benar. Ada dua pendekatan utama: sticky IP (IP statis per sesi) dan rotating IP (rotasi untuk setiap permintaan).

Sticky IP (IP Sesi)

Ini adalah ketika proxy memberikan Anda satu IP untuk waktu tertentu (biasanya 10-30 menit), dan semua permintaan selama sesi ini dilakukan melalui IP yang sama. Kemudian IP secara otomatis berubah menjadi yang baru.

Untuk multi-akun di media sosial dan akun iklan, sticky IP adalah pilihan yang tepat. Mengapa:

  • Platform mengharapkan pengguna selama satu sesi (misalnya, 20 menit bekerja di Facebook Ads) akan mengakses dari satu IP.
  • Jika IP berubah setiap menit — ini adalah bendera merah untuk sistem anti-fraud.
  • Sticky IP memungkinkan Anda melewati semua pemeriksaan platform (cookies, fingerprint, IP) dalam satu sesi tanpa kecurigaan.

Pengaturan di browser anti-detect: di Dolphin Anty atau AdsPower saat membuat profil, tentukan proxy dengan parameter sticky session. Biasanya ini terlihat seperti menambahkan parameter session ID dalam URL proxy. Misalnya: http://user-session-12345:pass@proxy.example.com:8080. Semua permintaan dengan session ID ini akan dilakukan melalui satu IP selama sesi.

Rotating IP (Rotasi untuk Setiap Permintaan)

Ini adalah ketika setiap permintaan HTTP dilakukan melalui IP baru. Pendekatan ini digunakan untuk parsing volume data besar, ketika Anda perlu menghindari batasan jumlah permintaan dari satu IP.

Untuk multi-akun, rotating IP adalah ide yang buruk. Bayangkan: Anda masuk ke Facebook, halaman utama dimuat (permintaan 1 dengan IP 1.1.1.1), kemudian gambar dimuat (permintaan 2 dengan IP 2.2.2.2), lalu Anda mengklik Ads Manager (permintaan 3 dengan IP 3.3.3.3). Facebook melihat bahwa satu pengguna dalam 10 detik telah mengganti tiga IP yang berbeda — ini adalah anomali yang jelas, yang memicu pemeriksaan tambahan.

Pengecualian: rotating IP dapat digunakan untuk memanaskan akun baru di tahap awal, ketika Anda meniru aktivitas pengguna biasa (melihat feed, menyukai, komentar). Tetapi segera setelah Anda beralih ke iklan atau aktivitas komersial — beralihlah ke sticky IP.

Strategi Rotasi Optimal untuk Berbagai Tugas

Tugas Jenis Rotasi Waktu Sesi Rekomendasi
Facebook Ads (bekerja di kabinet) Sticky IP 30-60 menit Satu IP untuk seluruh sesi kerja
Instagram (posting, komunikasi) Sticky IP 10-20 menit Proxy seluler lebih disukai
TikTok Ads Sticky IP 20-30 menit Hanya IP seluler
Parsing marketplace Rotating IP 1-5 menit Proxy residensial dengan pool besar
Pemanasan akun (meniru aktivitas) Sticky IP Ganti IP antara sesi (1-2 kali sehari)

Poin penting: bahkan saat menggunakan sticky IP, Anda perlu sesekali mengganti IP untuk satu akun, untuk meniru perilaku alami. Misalnya, pengguna nyata dapat mengakses Facebook di pagi hari dari rumah (satu IP), siang hari dari kantor (IP lain), dan malam hari dari internet seluler (IP ketiga). Jika akun Anda selama berbulan-bulan hanya menggunakan satu IP — ini juga dapat menimbulkan kecurigaan.

Frekuensi penggantian IP yang disarankan untuk satu akun: 1-2 kali seminggu untuk IP "rumahan", ditambah akses berkala dari IP seluler (jika Anda meniru aktivitas dari ponsel). Ini menciptakan pola pergerakan pengguna yang alami.

Pengaturan Browser Anti-Detect untuk Perlindungan dari Deteksi Pooling

Browser anti-detect (Dolphin Anty, AdsPower, Multilogin, GoLogin) adalah alat utama untuk multi-akun. Mereka membuat profil terisolasi dengan fingerprints unik, tetapi pengaturan proxy yang benar di dalamnya sangat penting untuk perlindungan dari IP pooling.

Pengaturan Langkah-demi-Langkah di Dolphin Anty

Dolphin Anty adalah salah satu browser anti-detect paling populer di kalangan arbitrator. Berikut adalah cara mengatur proxy dengan benar untuk perlindungan dari pooling:

  1. Menyiapkan Profil: Buka Dolphin Anty → "Buat Profil". Beri nama profil yang jelas (misalnya, "FB_Ads_Account_1_Moscow").
  2. Pilih Proxy: Di bagian "Proxy", pilih jenis: HTTP, HTTPS, atau SOCKS5. Untuk proxy residensial biasanya digunakan HTTP atau SOCKS5. Masukkan data proxy: host:port:username:password.
  3. Sticky Session: Jika penyedia proxy Anda mendukung sticky sessions, tambahkan session ID ke username. Misalnya: user-session-account1. Ini memastikan bahwa semua permintaan dari profil ini akan dilakukan melalui satu IP selama sesi.
  4. Pemeriksaan IP: Setelah menambahkan proxy, klik "Periksa Proxy". Dolphin akan menunjukkan IP nyata, geolokasi, dan zona waktu. Pastikan bahwa zona waktu sesuai dengan geolokasi IP — jika IP dari Moskow, tetapi zona waktu UTC+0, ketidaksesuaian ini dapat menimbulkan kecurigaan.
  5. Pengaturan Fingerprint: Di bagian "Fingerprint Browser", pilih sistem operasi dan resolusi layar yang sesuai dengan legenda Anda. Jika IP dari Rusia, gunakan Windows dengan lokal Rusia dan resolusi populer (1920x1080).
  6. WebRTC: PASTIKAN untuk mematikan WebRTC atau mengaturnya untuk menggunakan proxy-IP. WebRTC dapat "menembus" IP nyata Anda bahkan melalui proxy — ini adalah penyebab umum kegagalan penyamaran.
  7. Geolokasi: Atur geolokasi browser sesuai dengan IP. Jika proxy dari Moskow, atur koordinat Moskow (55.7558, 37.6173). Banyak situs memeriksa kesesuaian antara IP dan API geolocation.

Kesalahan Kritis: Banyak pemula menggunakan satu proxy untuk beberapa profil di Dolphin, berpikir bahwa fingerprints yang berbeda akan melindungi dari deteksi. Ini tidak benar! Jika profil A, B, C menggunakan satu proxy (satu IP), platform akan melihat hubungan melalui IP pooling, bahkan jika fingerprints berbeda. Aturan: satu profil = satu IP unik.

Pengaturan di AdsPower

AdsPower memiliki antarmuka yang mirip. Fitur khusus — pemeriksaan "kebersihan" IP melalui layanan seperti IPQualityScore. Saat menambahkan proxy, AdsPower menunjukkan fraud score (risiko penipuan) untuk IP ini. Jika score lebih dari 75 — IP sudah "terpapar" dan sebaiknya tidak digunakan untuk akun yang mahal.

Fitur tambahan AdsPower — "Proxy Manager". Anda dapat mengunggah daftar 50-100 proxy, dan AdsPower secara otomatis mendistribusikannya ke profil, memeriksa setiap proxy untuk fungsionalitas dan fraud score. Ini menghemat waktu saat membuat profil secara massal.

Multilogin dan GoLogin

Multilogin adalah solusi premium dengan kemampuan penyamaran yang canggih. Mendukung dua mesin browser: Mimic (berbasis Chromium) dan Stealthfox (berbasis Firefox). Untuk Facebook Ads, disarankan menggunakan Mimic, untuk Google Ads — kedua mesin dapat digunakan.

GoLogin adalah pilihan yang lebih terjangkau, tetapi dengan perlindungan yang baik. Memiliki basis proxy gratis yang terintegrasi (tidak disarankan untuk tugas serius), tetapi lebih baik menggunakan proxy residensial Anda sendiri.

Rekomendasi umum untuk semua browser anti-detect: buat tabel kesesuaian "profil → proxy → akun". Ini membantu melacak IP mana yang digunakan untuk akun mana, dan cepat bereaksi jika salah satu IP masuk daftar hitam.

Kasus Nyata: Ketika IP Pooling Mengarah ke Chain-Ban

Teori itu baik, tetapi mari kita lihat situasi nyata ketika deteksi IP pooling menghancurkan seluruh farm akun.

Kasus 1: Chain-Ban 30 Akun Facebook Ads karena Proxy Shared

Seorang arbitrator membeli 30 proxy IPv4 murah dari penyedia populer seharga 2$ per IP. Semua proxy berasal dari subnet yang sama /24 (rentang 185.x.x.1 — 185.x.x.255). Dia membuat 30 profil di Dolphin Anty, masing-masing dengan fingerprint unik dan proxy sendiri.

Dua minggu pertama semuanya berjalan dengan baik — akun melewati moderasi, kampanye iklan diluncurkan. Tetapi pada minggu ketiga, satu akun dibanned karena melanggar kebijakan iklan (kreatif berada di ambang batas). Dalam 2 hari, Facebook membanned SEMUA 30 akun secara bersamaan dengan alasan "akun terkait".

Alasan: Facebook menganalisis subnet 185.x.x.x dan menemukan bahwa semua 30 IP milik satu pusat data dan hanya digunakan untuk akun iklan (tidak ada aktivitas pengguna biasa). Satu ban memicu pemeriksaan seluruh subnet, dan algoritma deteksi IP pooling menghitung hubungan.

Pelajaran: jangan pernah menggunakan proxy dari satu subnet untuk multi-akun. Bahkan jika setiap akun memiliki IP yang berbeda, subnet yang sama menunjukkan hubungan.

Kasus 2: Ban Instagram karena Pool Proxy Residensial yang Sama

Sebuah agensi SMM mengelola 50 akun klien di Instagram melalui proxy residensial dari penyedia besar (shared pool). Mereka menggunakan sticky sessions, kota yang berbeda, semuanya sesuai aturan.

Masalah muncul setelah sebulan: Instagram mulai memblokir akun secara massal dengan permintaan konfirmasi melalui SMS. Ternyata, klien lain dari penyedia proxy yang sama menggunakan IP yang sama untuk mass following dan spam. Instagram menandai seluruh pool IP penyedia sebagai "sumber mencurigakan", dan semua akun yang mengakses dari IP ini terkena pemeriksaan tambahan.

Solusi: agensi beralih ke dedicated pool proxy residensial — mengalokasikan 50 IP hanya untuk tugas mereka. Pemblokiran berhenti, karena IP tidak lagi beririsan dengan pelanggar.

Pelajaran: untuk bekerja jangka panjang dengan akun berharga (akun klien, akun dengan riwayat), gunakan hanya dedicated pool IP.

Kasus 3: Google Ads dan Deteksi Subnet Pooling

Tim arbitrator menggunakan 20 proxy residensial dari penyedia yang berbeda untuk Google Ads. Sepertinya semuanya benar — penyedia yang berbeda, kota yang berbeda. Tetapi setelah sebulan, mereka mendapatkan ban bersamaan pada 15 dari 20 akun.

Analisis menunjukkan: meskipun penyedia proxy berbeda, 15 IP ternyata berasal dari satu AS (Sistem Otonom) — perusahaan telekomunikasi besar yang menjual kembali saluran ke penyedia kecil. Google tidak hanya menggunakan IP pooling, tetapi juga AS pooling — jika melihat banyak akun iklan menggunakan IP dari satu AS, ini menimbulkan kecurigaan.

Solusi: saat memilih proxy, periksa tidak hanya IP dan kota, tetapi juga ASN (bisa melalui layanan seperti ipinfo.io). Untuk multi-akun, lebih baik menggunakan IP dari AS yang berbeda, bukan hanya IP yang berbeda.

Pelajaran: platform canggih (Google, Facebook) menganalisis tidak hanya IP, tetapi juga ASN, subnet, penyedia. Variasi di semua tingkat adalah kunci untuk perlindungan dari deteksi pooling.

Kesimpulan

Deteksi IP pooling adalah ancaman serius bagi siapa pun yang bekerja dengan multi-akun di Facebook Ads, Instagram, TikTok, Google Ads, dan platform lain dengan kebijakan ketat. Platform terus-menerus menyempurnakan algoritma untuk mendeteksi akun terkait melalui alamat IP yang sama, subnet, dan ASN.

Kesimpulan utama dari artikel ini:

  • Proxy shared murah dari pusat data adalah pilihan terburuk untuk multi-akun. Mereka mudah terdeteksi dan menciptakan risiko chain-ban.
  • Proxy residensial dengan dedicated pool adalah keseimbangan optimal antara harga dan keamanan untuk arbitrase dan SMM.
  • Proxy seluler adalah perlindungan terbaik untuk Instagram, TikTok, dan platform seluler lainnya.
  • Gunakan sticky IP (IP sesi) untuk bekerja di akun iklan dan media sosial — rotasi untuk setiap permintaan menimbulkan kecurigaan.
  • Periksa tidak hanya IP, tetapi juga ASN, subnet — platform canggih menganalisis hubungan di semua tingkat.
```