Kembali ke blog

Aturan "1 proxy = 1 akun": cara menghindari banned berantai di Facebook, Instagram, dan TikTok

Kami membahas aturan utama multi-akun: mengapa satu proxy harus digunakan hanya untuk satu akun, dan apa yang akan terjadi jika aturan ini dilanggar.

📅28 Januari 2026
```html

Jika Anda bekerja dengan beberapa akun di media sosial atau platform iklan, Anda pasti pernah mengalami situasi: satu akun dibanned — dan diikuti oleh 5-10 profil lainnya. Ini disebut banned rantai, dan penyebabnya sering kali terletak pada pelanggaran aturan dasar multi-akunting: satu proxy harus digunakan hanya untuk satu akun. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa aturan ini sangat penting, bagaimana platform melacak hubungan antar akun, dan apa yang akan terjadi jika diabaikan.

Apa itu banned rantai dan bagaimana cara kerjanya

Banned rantai adalah situasi di mana platform memblokir tidak hanya satu akun, tetapi beberapa profil terkait sekaligus. Misalnya, Anda mengelola 10 akun Instagram untuk klien, salah satunya melanggar aturan (spam, meningkatkan pengikut, konten terlarang), dan platform memblokirnya. Namun, bersamanya, 5-7 akun lainnya yang tidak pernah melanggar aturan juga ikut diblokir.

Alasannya sederhana: platform mendeteksi hubungan antara akun-akun tersebut. Hubungan yang paling umum adalah alamat IP yang sama. Jika beberapa profil mengakses melalui proxy server yang sama, algoritma Facebook, Instagram, TikTok, atau Google Ads menganggapnya milik satu pemilik. Dan jika satu akun terkena sanksi, platform secara otomatis menerapkan langkah yang sama ke semua profil terkait.

Penting: Banned rantai dapat terjadi tidak hanya karena pelanggaran. Bahkan jika semua akun beroperasi secara legal, tetapi platform mencurigai bahwa mereka dimiliki oleh satu orang (misalnya, untuk menghindari batasan pengeluaran iklan), mereka dapat memblokir semua profil secara bersamaan.

Skenario tipikal dari banned rantai:

  • Arbitrase lalu lintas: Anda mengelola 20 akun Facebook Ads melalui satu proxy. Satu akun diblokir karena melanggar kebijakan iklan — semua 20 akun ikut diblokir.
  • Agensi SMM: Anda mengelola akun 15 klien di Instagram melalui proxy bersama. Salah satu klien melakukan mass-following — semua 15 profil diblokir.
  • E-commerce: Anda mengelola beberapa toko di marketplace (Wildberries, Ozon) melalui satu IP. Salah satu toko mendapat sanksi karena meningkatkan ulasan — semua toko diblokir.
  • Pengumpulan data: Anda mengumpulkan informasi dari beberapa akun LinkedIn melalui satu proxy. Salah satu akun terkena batasan — semua akun lainnya diblokir.

Mengapa satu proxy = satu akun: sisi teknis

Alamat IP adalah pengidentifikasi utama pengguna di internet. Ketika Anda mengakses situs web atau aplikasi, server melihat IP Anda dan mencatatnya dalam log. Platform menggunakan alamat IP sebagai salah satu parameter kunci untuk menentukan keunikan pengguna.

Bayangkan situasi: dari satu alamat IP, 10 akun Facebook yang berbeda mengakses dalam satu hari. Bagi algoritma, ini terlihat mencurigakan, karena pengguna rumahan biasa tidak beralih antara 10 profil. Platform menyimpulkan: ini bisa jadi farm bot, atau satu orang mengelola banyak akun untuk menghindari batasan.

Apa yang terjadi selanjutnya:

  1. Platform menandai semua akun sebagai terkait (cluster dibuat).
  2. Jika satu akun melanggar aturan, sanksi diterapkan ke seluruh cluster.
  3. Bahkan jika tidak ada pelanggaran, platform dapat membatasi fungsionalitas semua akun (misalnya, mengurangi batasan iklan di Facebook Ads).

Itulah mengapa aturan "1 proxy = 1 akun" bukanlah tindakan berlebihan, melainkan kebutuhan teknis. Setiap akun harus memiliki alamat IP yang unik, agar platform menganggapnya sebagai pengguna independen yang terpisah. Untuk tugas ini, proxy residensial sangat cocok, yang meniru pengguna rumahan yang nyata dan memicu sedikit kecurigaan dari sistem anti-fraud.

Bagaimana platform melacak hubungan antar akun

Platform modern menggunakan puluhan parameter untuk menentukan hubungan antar akun. Alamat IP hanyalah salah satunya, meskipun yang paling penting. Berikut adalah daftar lengkap faktor yang dianalisis oleh sistem anti-fraud:

Parameter Bagaimana dilacak Risiko keterkaitan
Alamat IP Dicatat setiap kali masuk ke akun Kritis
User-Agent browser Dikirim dalam header permintaan HTTP Tinggi
Sidik Jari Canvas Sidik jari unik dari kartu grafis dan pengaturan rendering Tinggi
WebRTC Dapat mengungkapkan IP nyata bahkan saat menggunakan proxy Kritis
Cookies dan localStorage Disimpan di browser dan dikirimkan setiap permintaan Tinggi
Resolusi layar dan zona waktu Ditentukan melalui JavaScript Sedang
Font dan plugin browser Daftar font dan ekstensi yang diinstal Sedang
Pola perilaku Kecepatan scrolling, gerakan mouse, waktu aktif Sedang

Seperti yang Anda lihat, alamat IP adalah parameter kritis, tetapi bukan satu-satunya. Bahkan jika Anda menggunakan proxy yang berbeda untuk setiap akun, tetapi mengakses melalui browser yang sama tanpa mengubah sidik jari (fingerprints), platform masih dapat mengaitkan akun-akun tersebut.

Oleh karena itu, aturan "1 proxy = 1 akun" perlu dilengkapi: satu proxy + satu sidik jari browser yang unik = satu akun. Inilah sebabnya mengapa browser anti-detect seperti Dolphin Anty, AdsPower, Multilogin, atau GoLogin digunakan — mereka menciptakan sidik jari digital yang unik untuk setiap profil.

Kasus nyata: apa yang terjadi saat aturan dilanggar

Mari kita lihat contoh nyata bagaimana pelanggaran aturan "1 proxy = 1 akun" mengakibatkan kehilangan akun dan uang.

Kasus 1: Seorang arbitrator kehilangan 15 akun iklan Facebook Ads

Seorang arbitrator mengelola akun Facebook untuk menjalankan iklan. Untuk menghemat biaya proxy, ia menggunakan 3 alamat IP untuk 15 akun (5 akun untuk setiap proxy). Dua minggu pertama semuanya berjalan dengan baik, tetapi kemudian salah satu akun diblokir karena melanggar kebijakan iklan (vertikal terlarang).

Hasilnya: dalam waktu 24 jam, Facebook memblokir semua 5 akun yang mengakses melalui IP yang sama. Arbitrator kehilangan tidak hanya akun itu sendiri, tetapi juga uang di saldo akun iklan (sekitar $2000), serta waktu untuk memanaskan profil (setiap akun dikelola selama 3 minggu).

Kesimpulan: penghematan pada proxy berakhir dengan biaya yang jauh lebih tinggi. Jika setiap akun menggunakan proxy terpisah, hanya satu profil yang akan diblokir.

Kasus 2: Agensi SMM kehilangan akun klien di Instagram

Agensi SMM mengelola 20 akun klien di Instagram. Untuk bekerja, mereka menggunakan 4 proxy (5 akun untuk setiap proxy). Salah satu klien secara mandiri menghubungkan layanan otomatis untuk mass-following, yang melanggar aturan Instagram.

Hasilnya: Instagram memblokir tidak hanya akun pelanggar, tetapi juga 4 profil lainnya yang mengakses melalui IP yang sama. Agensi kehilangan kepercayaan klien, harus memulihkan akun (yang tidak selalu mungkin) dan mengkompensasi kerugian.

Kesimpulan: ketika Anda bekerja dengan akun klien, Anda tidak dapat mengontrol semua tindakan mereka. Satu-satunya cara untuk melindungi diri dari banned rantai adalah mengisolasi setiap akun melalui proxy terpisah.

Kasus 3: Penjual kehilangan toko di Wildberries

Seorang penjual di Wildberries mengelola 3 toko melalui satu alamat IP rumah (tanpa proxy). Salah satu toko mendapat sanksi karena meningkatkan ulasan. Marketplace mendeteksi bahwa semua 3 toko dikelola dari satu IP, dan memblokirnya secara bersamaan, menganggap ini sebagai upaya untuk menghindari sanksi.

Hasilnya: kehilangan semua toko, pembayaran dibekukan, tidak dapat membuat akun baru dengan IP yang sama.

Kesimpulan: bahkan jika Anda beroperasi secara legal, platform dapat mencurigai Anda melakukan pelanggaran jika mendeteksi beberapa akun pada satu IP. Menggunakan proxy terpisah adalah asuransi terhadap situasi seperti itu.

Pengaturan yang benar: satu akun — satu proxy — satu sidik jari

Sekarang, setelah jelas mengapa aturan ini penting, mari kita bahas bagaimana cara mengatur pekerjaan dengan beberapa akun dengan benar.

Langkah 1: Memilih jenis proxy

Untuk multi-akunting, dua jenis proxy cocok:

  • Proxy residensial — alamat IP dari pengguna rumah yang nyata, yang diberikan oleh penyedia layanan internet. Ini adalah pilihan teraman untuk bekerja dengan media sosial dan platform iklan. Platform hampir tidak pernah memblokir IP semacam ini, karena tidak dapat dibedakan dari pengguna biasa. Cocok untuk Facebook Ads, Instagram, TikTok, Google Ads.
  • Proxy seluler — alamat IP dari operator seluler (4G/5G). Bahkan lebih dapat diandalkan daripada proxy residensial, karena satu IP seluler digunakan oleh ribuan pengguna (rotasi dinamis). Ideal untuk pengelolaan akun dan bekerja dengan media sosial. Cocok untuk Instagram, TikTok, Facebook, WhatsApp.

Untuk tugas multi-akunting, kami merekomendasikan menggunakan proxy seluler, jika anggaran memungkinkan, atau proxy residensial sebagai alternatif yang lebih terjangkau.

Jangan gunakan proxy data center untuk multi-akunting! IP ini mudah dikenali oleh platform sebagai proxy, dan risiko banned sangat tinggi. Proxy data center hanya cocok untuk pengumpulan data dan tugas di mana tidak diperlukan simulasi pengguna nyata.

Langkah 2: Mengatur browser anti-detect

Satu proxy tidak cukup — Anda perlu membuat sidik jari browser yang unik untuk setiap akun. Untuk ini, digunakan browser anti-detect:

  • Dolphin Anty — populer di kalangan arbitrator, tarif gratis untuk 10 profil.
  • AdsPower — antarmuka yang nyaman, otomatisasi melalui API, gratis hingga 5 profil.
  • Multilogin — solusi profesional dengan perlindungan canggih terhadap deteksi, mahal.
  • GoLogin — harga terjangkau, dukungan baik untuk sidik jari seluler.

Pengaturan langkah demi langkah di Dolphin Anty (serupa untuk browser lainnya):

  1. Buat profil browser baru.
  2. Di pengaturan proxy, pilih jenis (HTTP, SOCKS5) dan masukkan data server proxy Anda (IP, port, login, password).
  3. Aktifkan pembuatan otomatis sidik jari (Canvas, WebGL, User-Agent, font, resolusi layar).
  4. Tentukan geolokasi yang sesuai dengan alamat IP proxy (misalnya, jika proxy dari Moskow, pilih zona waktu GMT+3 dan bahasa Rusia).
  5. Periksa pengaturan melalui layanan pemeriksaan sidik jari (misalnya, whoer.net, pixelscan.net, browserleaks.com).
  6. Simpan profil dan gunakan hanya untuk satu akun.

Penting: jangan mengganti proxy untuk profil yang sudah dibuat! Jika akun terbiasa mengakses dari satu IP, dan kemudian tiba-tiba muncul dari yang lain, ini akan menimbulkan kecurigaan di platform. Satu profil = satu proxy selama waktu kerja.

Langkah 3: Mengorganisir pekerjaan dengan beberapa akun

Jika Anda mengelola 10-20-50 akun, penting untuk mengatur proses dengan benar:

  • Buat tabel (Google Sheets, Excel) dengan data: nomor akun, login, password, IP proxy, port, nama profil di browser anti-detect.
  • Gunakan nama profil yang jelas: "Facebook_Akun_01", "Instagram_Klien_Ivanov" dll.
  • Jangan beralih antara profil terlalu cepat — lakukan jeda setidaknya 1-2 menit untuk meniru perilaku pengguna biasa.
  • Secara teratur periksa fungsionalitas proxy (jika proxy mati, dan Anda mencoba masuk ke akun tanpa itu, IP nyata Anda akan terungkap).

Pengecualian dari aturan: kapan satu proxy dapat digunakan untuk beberapa tugas

Aturan "1 proxy = 1 akun" tidak mutlak. Ada situasi di mana satu IP dapat digunakan untuk beberapa tugas:

1. Pengumpulan data tanpa otorisasi

Jika Anda mengumpulkan data publik (harga di marketplace, iklan di Avito, lowongan di HeadHunter) dan tidak melakukan otorisasi di akun, Anda dapat menggunakan satu proxy untuk banyak permintaan. Yang penting — mematuhi batasan jumlah permintaan, agar tidak terkena rate limit.

2. Beberapa akun di satu platform, jika diizinkan

Beberapa platform mengizinkan pengelolaan beberapa akun dari satu IP. Misalnya, Facebook Business Manager memungkinkan pengelolaan beberapa akun iklan atas nama agensi. Dalam hal ini, penggunaan satu IP tidak akan menimbulkan kecurigaan, karena ini adalah fungsi yang secara resmi diizinkan.

3. Platform yang berbeda

Anda dapat menggunakan satu proxy untuk akun di platform yang berbeda, yang tidak saling terkait. Misalnya, satu IP untuk akun Facebook dan satu untuk akun LinkedIn — ini diperbolehkan, karena platform ini tidak saling bertukar data pengguna.

Namun, ini berisiko jika kedua platform dimiliki oleh perusahaan yang sama (misalnya, Facebook dan Instagram — keduanya dimiliki oleh Meta). Dalam hal ini, lebih baik menggunakan proxy yang berbeda.

Bagaimana browser anti-detect membantu mematuhi aturan

Browser anti-detect bukan hanya alat untuk mengganti IP. Mereka menciptakan lingkungan terisolasi yang lengkap untuk setiap akun, meniru pengguna yang unik. Berikut adalah yang mereka lakukan:

  • Menghasilkan sidik jari browser yang unik (Canvas, WebGL, AudioContext, font, plugin).
  • Memblokir kebocoran IP melalui WebRTC — bahkan jika Anda menggunakan proxy, WebRTC dapat mengungkapkan IP nyata Anda. Browser anti-detect menonaktifkan fungsi ini.
  • Mengelola cookies dan localStorage — setiap profil menyimpan datanya secara terpisah, tidak tercampur.
  • Menyinkronkan geolokasi dengan IP proxy — jika proxy dari Kazan, browser secara otomatis akan mengatur zona waktu GMT+3 dan bahasa Rusia.
  • Memungkinkan bekerja dengan beberapa profil secara bersamaan — Anda dapat membuka 10-20 jendela browser, masing-masing dengan akun dan proxy sendiri.

Perbandingan browser anti-detect populer:

Browser Tarif gratis Harga berbayar Fitur
Dolphin Anty 10 profil Mulai dari $89/bulan Populer di kalangan arbitrator, antarmuka berbahasa Rusia
AdsPower 5 profil Mulai dari $9/bulan API yang nyaman untuk otomatisasi
Multilogin Tidak ada Mulai dari €99/bulan Solusi profesional, perlindungan terkuat
GoLogin 3 profil Mulai dari $24/bulan Dukungan baik untuk sidik jari seluler
Octo Browser 10 profil (trial) Mulai dari €29/bulan Kerja tim, pengaturan fleksibel

Untuk pemula, kami merekomendasikan untuk memulai dengan Dolphin Anty atau AdsPower — mereka memiliki tarif gratis yang cukup untuk eksperimen awal dengan multi-akunting.

Kesimpulan

Aturan "1 proxy = 1 akun" bukanlah tindakan berlebihan dan bukan trik pemasaran dari penyedia proxy. Ini adalah kebutuhan teknis yang melindungi Anda dari banned rantai dan kehilangan semua akun secara bersamaan. Platform menggunakan alamat IP sebagai pengidentifikasi utama untuk mengaitkan akun, dan jika beberapa profil mengakses melalui satu IP, mereka secara otomatis masuk ke dalam satu cluster.

Kesimpulan utama dari artikel ini:

  • Gunakan proxy terpisah untuk setiap akun — ini adalah satu-satunya cara yang dapat diandalkan untuk menghindari banned rantai.
  • Pilih proxy residensial atau seluler untuk multi-akunting — mereka meniru pengguna nyata dan memicu sedikit kecurigaan.
  • Gabungkan proxy dengan browser anti-detect — satu IP tidak cukup, dibutuhkan sidik jari browser yang unik untuk setiap profil.
  • Jangan hemat pada proxy — kehilangan satu akun karena banned rantai akan lebih mahal daripada biaya proxy tambahan.
  • Atur pekerjaan dengan benar — buat tabel dengan data, periksa proxy sebelum digunakan, jangan ganti IP untuk profil yang sudah dibuat.

Jika Anda berencana untuk bekerja dengan beberapa akun di media sosial, platform iklan, atau marketplace, kami merekomendasikan untuk menggunakan proxy residensial — mereka memberikan tingkat anonimitas yang tinggi dan risiko pemblokiran yang minimal. Untuk tugas yang sangat sensitif (pengelolaan akun Facebook Ads, bekerja dengan Instagram), lebih baik memilih proxy seluler — mereka lebih mahal, tetapi hampir menghilangkan risiko banned berdasarkan IP.

Patuhi aturan "1 proxy = 1 akun", dan profil Anda akan aman.

```